Keuken #3 : The Athlete’s Feast

“Reclaim the street, eat!”

Salah satu event yang paling ditunggu di weekend ini oleh warga Bandung adalah Keuken. Keuken #3 kali ini diadakan di daerah Lodaya. Pesan dan tujuan yang ingin disampaikan melalu event 6 bulan-an sekali ini sangatlah menarik, yaitu untuk menarik minat masyarakat pada ruang-ruang publik yang banyak berada di Bandung dengan cara memanjakan perut. Toh Bandung sudah terkenal dengan culinarity-nya.

Apa yang baru pada event ini?

Secara acara, kurang lebih sama. Masih diawali dengan Surprise Stove-nya di berbagai sudut kota Bandung dan terabadikan dalam video-video di channel youtube. Masih dengan Chef-Chef cantik dan ganteng dan puluhan tenant makanan yang membuat pengunjung bingung untuk memilih. Masih dengan Entertainment dan Community Engagement-nya dimana Keuken menyediakan tempat untuk seniman-seniman dan komunitas-komunitas kreatif sejenak berkarya, mengiringi orang-orang yang datang makan.

Namun satu yang baru, yakni Spice and Spaces Booths, di mana tersedia long grill dan long table untuk orang makan dengan manis dan manner: makan di meja, duduk di kursi, garpu di tangan kiri dan pisau di tangan kanan. Harga yang ditawarkan juga menjadi terasa masuk akal jika dibandingkan dengan cara makan lainnya yang barbar di sekeliling tempat itu: berdiri, terkadang sambil berjalan, atau lesehan di pojokan dan becek. Dan terkait dengan tema “The Athlete’s Feast”, Keuken #3 menghadirkan arm wrestling competition, softball tournament, dan boxing & body exhibition di panggung dapur, sementara panggung musik tetap dengan entertaintment-nya 14 jam nonstop dari berbagai seniman dan komunitas kreatif se Bandung Raya.

 

Image

Apa saja yang menarik?

Yang menarik adalah bahwa mereka melibatkan tokoh-tokoh masyarakat untuk bergabung dan menunjukkan semangat mereka dalam memasak melalui acara ini. Seperti yang kita ketahui, ada banyak tempat makanan di Bandung. Dalam acara ini, mereka mencoba untuk meningkatkan kesadaran masyarakat ke arah itu. Bandung adalah kota yang penuh kreativitas, tidak mengherankan bahwa akan banyak inovasi yang tercipta di kota ini.

Hal lain yang menarik, ada 3 tenant dari SBM ITB, alumni dan masih mahasiswa; yakni Siete Cafe yang juga merupakan salah satu sponsor acara ini, Es Kering yang merupakan extension project dari Makul IBE 2011-2012, dan FingerBites Co. pendatang baru di dunia kuliner yang digagas oleh cewek-cewek cantik mahasiswi SBM. Bangga rasanya mengetahui dan mengenal mereka-mereka ini, yang bisa memiliki usaha pribadi di tengah penatnya perkuliahan SBM ITB, dan yang sukses membangun restorang hingga sudah bisa menjadi sponsor suatu acara besar.

Apa saja yang dapat dipelajari dari event ini?

Anything unique would work if you are supported by cool and sophisticated, yet integrated marketing promotion.

Salut untuk para officials and crews dan juga semua pihak yang turut berpartisipasi dalam Keuken. Baik dari tenants maupun pengunjungnya yang kooperatif (dan tidak membuang sampah sembarangan kami harap). Akan lebih bagus lagi jika kedepannya acara-acara yang bertujuan untuk ‘memoles’ ruang publik seperti ini lebih diperbanyak. Apalagi kalau bisa didukung dengan bantuan pemerintah. Tentunya ini adalah sebuah tantangan bagi kita para generasi muda. Siapa juga kan yang tidak bosan hang out ke PVJ atau Dago terus? 😀

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s